Inilah Hidupku



Hidup Menjadi Seorang Pahlawan dan Mati Sebagai Legenda
Oleh: Dede Jeri Adrian

Saya sempat bingung ketika di MAN (Madrasah Aliyah Negeri)Cianjur, sekolah SMAku dulu ada formulir pendaftaran ekstrakulikuler, disanaterdapat kolom moto hidup,saya belum mengerti apa itu moto hidup? Sehingga di MAN dulu moto hidupku berubah-ubah. Setelah saya bertanya kepada beberapa orang tentang moto hidup. Akhirnya saya mendapatkan pengertian dari hal itu yaitu sebuah semboyan kata-kata singkat yang menggambarkan tujuan hidup seseorang.Kemudian saya menemukan moto hidupku yang saya dapatkan dari guru sejarahku dulu, dia mengatakan moto hidup itu harus menggambarkan sebuah tujuanhidup seperti “ Hidup menjadiseorang pahlawan dan mati sebagai legenda”. Saya pikir kata-kata ini sangat bagus sekali menjadi moto hidupku.
Setelah saya memilih kata-kata itu tentu bertanya-tanya bagaimana caranya untuk mewujudkan hal itu. Saya mencari jawabanya dengan cara membaca banyak buku namun di perpustakaan MANku dulu saya tidak menemukannya. Kemudian ketika saya pulang dari sekolah, saya melihat buku adikku berantakan kemudian saya merapihkannya. Adikku pada saat itu sedang duduk di kelas 6 MI (Madrasah Ibtidaiyah) sederajat dengan SD( sekolah Dasar). Saat saya merapihkan buku adikku saya menemukan buku yang sangat menarik, saya baca beberapa lembar untuk mencari tahu isinya. Hasilnya buku itu benar-benar menarik perhatiaanku kemudian saya bawa buku itu dan membacanya dari awal hingga akhir. Saya menghabiskan waktu seminggu untuk menghabiskan buku itu.

 
Setelah saya membaca seluruh buku itu saya berpikir buku ini adalah jawaban dari pertanyaan tentang moto hidupku. Judul buku itu adalah “ Menjadi Pribadi Istimewa ” yang ditulis oleh Bambang Qomaruzzaman. Dia adalah pendiri forum diskusi dan riset agama , filsafat, dan budaya yang bernama Sophia. Dia menyelesaikan SI nya di IAIN sunan Gunung Djati Bandung sekarang menjadi UIN, jurusan Aqidah Filsafat(1997). S2 nya di kampus yang sama dengan konsentrasi Studi Aqidah dan Pemikiran Islam (2001). Dalam buku itu disebutkan bahwa dia sedang menyelesaikan program doktor S3 nya jurusan administrasi pendidikan UPI Bandung. Buku itu diterbitkan oleh Simbiosa Rekatama Media dengan cetakan pertamana tahun 2011.
Di dalam buku itu terdapat 17 sub bab ditambah ada Prolog dan Epilog. Di bab awal menjelaskan tentang bagaimana cara mengenal diri sendiri dan teori pribadi Istimewa itu seperti apa. Bab pertengahan tentang bagaimana manusia menentukan arah hidupnya kemudian bab terakhir mengenai cara membingkai ulang hal-hal yang dianggap remeh dalam kesuksesan seseorang seperti kepada orang tua khususnya ibu dan akhlak memaafkan. Buku ini seperti buku refleksi untuk membangun jati diri manusia. Kenapa? Karena dalam buku ini terdapat bagian untuk mempraktekan isi buku ini dan di ajak untuk menuliskannya. Seperti di bab empat pembaca di ajak untuk menulis tentang “aku terima apa adanya aku”, di bab enam tentang “ rasa syukurku”, di bab tujuh tentang “mengapa temanku bersifat aneh, di bab delapan tentang “ dengarkanlah”, di bab sembilan tentang “ ketika hal yang menyebalkan menimpaku, di bab sepuluh ada dua poin yaitu “ kalau aku jadi kupu-kupu” dan “cita-citaku”, di bab sebelas ada tiga yaitu “ Rencana besarku”, Rencana 10 tahun kedepan” dan “sumber pendorong dalam hidupku”, di bab dua belas tentang “ akulah Alkemis”, dan terakhir di bab tiga belas yaitu “ prinsip yang harus aku terapkan”.
Buku ini telah mengantarkanku mengenal moto hidupku dan apa yang harus aku lakukan dalam hidup ini. Aku harus menjadi orang hebat, menjadi pribadi istimewa, masih banyak ilmu yang membutuhkan maestronya akulah orangnya. Hal ini sesuai dengan bab sepuluh disana ada kutipan yang ditulis oleh lincoln Seteffens tahun 1931:
“ tidak ada yang dikerjakan. Sgala sesuatu diatas bumi ini tetap dilakukan atau telah dilakukan. Lukisan paling besar belum terlukis, darama paling besar belum ditulis, puisi paling masyhur belum dideklamasikan. Di seluruh dunia tidak ada kereta api yang sempurna, juga tidak ada pemerinahan yang baik, juga belum ada hukum yang masuk akal. Fisika, matematika, dan terutama ilmu eksak, sedang direvisi secara fundamental. Kimia baru saj menjadi sebuah saint, psikologi, ekonomi, dan sosiologi sedang menantikan seorang darwin, yang pada gilirannya akan menantikan seorang einstein. Jika anak remaja yang erhura-hura di sekolah bisa menceritakan ini, mereka mungkin tak semuanya menjadi orang yang ahli dalam bidang football, partai-partai, dan jabatan-jabatan yang tak dicari. Akan tetapi merka tidak , meraka tidak diberi tahu tentang hal ini: mereka di beri tahi untuk mempelajari apa yang sudah dikeahui ini sama sekali tidak ada apa-apanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Kaidah Tafsir M. Quraish Shihab

Makalah Budaya

Metode Tahfiz Qur'an